November 11, 2012

JFW 2013 - THE REVIVAL OF BATIK BELANDA

                Rabu yang lalu saya menyempatkan diri pergi ke Jakarta Fashion Week 2013. Saya datang untuk menonton beberapa show di atrium Plaza Senayan. Sangat disayangkan acara bertaraf internasional ini harus diselenggarakan di atrium karena fashion tent dimana acara akan diselenggarakan mula-mula mengalami force majeur. Beberapa orang yang menjadi saksi mata mengatakan bahwa tent tersebut bocor dan roboh. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, show yang semula diadakan di fashion tent terpaksa dipindah ke atrium. Beberapa show bahkan harus rela ditunda pekan depan.
                Saat itu saya menonton the Revival of Batik Belanda by Erasmus Huis featuring Iwan Amir, Sischaet Detta dan Lulu Lutfi Labibi. Ketiga desainer ini masing-masing memamerkan koleksi batik yang coraknya dipengaruhi oleh Belanda. Irwan Amir menggunakan warna yang cerah pada koleksi batiknya. Cutting dalam koleksi ready to wear-nya juga cukup simple namun tetap cantik. Sischaet Detta sendiri menggabungkan elemen batiknya dengan nuansa emas dan hitam yang terkesan futuristic. Penggunaan asesoris seperti kacamata dan gelang yang dipenuhi studded yang eksentrik menambah kesan sophisticated. Rancangan Lulu Lutfi Labibi kali ini menonjolkan kesan tabrak antarmotif. Lulu dengan berani memadupadankan motif batiknya dengan kain khas Indonesia lain yang bercorak hitam stripes. Tatanan rambut para model juga dibuat easy dengan menyisirnya ke belakang dengan sentuhan gel sehingga berkesan rapi.


BOOTHS

No comments: