December 18, 2012

JFW 2013 - PART 5

       Ini adalah tulisan terakhir saya tentang Jakarta Fashion Week 2013. Sayang apabila blog ini melewatkan kilas berita pertunjukkan para Dewi Fashion Knight dan desainer ternama lainnya seperti Anne Avantie, Lie Sang Bong, dan Sebastian Gunawan. Meskipun tidak menonton secara langsung, saya tetap ingin sekali meliput acara tersebut.
         Dewi Fashion Knight saat itu menghadirkan beberapa pahlawannya di bidang mode seperti Deden Siswanto, Ghea Panggabean, Oscar Lawalata, Priyo Oktaviano, dan Deden Siswanto. Kelima desainer tersebut benar-benar membuat saya terpukau dengan koleksi mereka. Dimulai dari Deden Siswanto, penggunaan warna yang cenderung kalem, mewah, dan elegan membuat saya berdecak kagum. Saya menangkap kesan bahwa batik benar-benar dapat diaplikasikan di masa lampau, masa sekarang maupun masa depan dari penggunaan tata riasnya yang menawan. Ghea Panggabean seperti biasa menunjukkan kepiawaiannya mengolah batik menjadi sesuatu yang modern dan mewah. Meskipun dengan pemakaian potongan yang relatif simple, koleksi Ghea yang didominasi dengan motif wayang itu benar-benar stunning.
          Kesan feminisme dan kelembutan sekaligus kekuatan wanita sangat kuat terpancar dari koleksi Oscar Lawalata. Unsur feminisme dan kelembutan diangkat dengan nuansa mode 20-an dengan warna-warni yang cerah serta penggunaan material yang lembut dengan aksen rumbai yang saling menyambung dan memanjang. Unsur kekuatan seorang wanita digambarkan dari kombinasi warna gelap dengan potongan yang tegas yang diambil dari era yang lebih modern. Semuanya sangat cantik.
        Putih dan hitam ternyata tidak selamanya ketinggalan zaman. Priyo Oktaviano dengan koleksi yang bertajuk Spouse membuktikan pernyataan tersebut. Ia dengan sangat cerdas mengambil bentuk geometri, terutama lingkaran, sebagai unsur dalam desainnya. Geometri tersebut kemudian diaplikasikan dengan warna hitam putih. Sebagai hasilnya, terciptalah suatu desain yang cantik. Selain itu, koleksi Priyo juga seakan mau mengubah persepsi bahwa tidak selamanya rok hanya bisa dikenakan oleh wanita tetapi juga pria. Begitu pula dengan kumis unisex ala Charlie Chaplin yang dikenakan oleh para model wanita. Pemakaian sepatu boots oleh para pria sangat menarik perhatian saya karena terlihat seperti dipakai terbalik.
         Setiap wanita pasti ingin selalu tampil cantik. Hal itulah yang diwujudkan oleh Sapto Djojokartiko. Koleksi Sapto kali ini membawa sebuah pakaian layaknya milik para dewi kahyangan. Dengan penggunaan warna netral seperti putih, silver, cokelat muda, dan hitam, koleksi yang diangkat dengan nama Vastu Vidya ini benar-benar memikat para penonton. Oleh karena itu, menurut saya, Vastu Vidya merupakan salah satu show yang tidak boleh dilewatkan dalam Jakarta Fashion Week 2013.
          Masih dengan ciri khasnya yang piawai dalam mengolah kebaya, Anne Avantie memamerkan koleksinya yang sangat anggun dan menawan. Beberapa selebritis seperti Atiqah Hasiholan, Bunga Citra Lestari, Ashraff Sinclair, Roy Martin, Anna Maria, Arzetti Bilbina, Dian Sastrowardoyo, Darius Sinathrya, dan Donna Agnesia turut menjadi model dalam fashion show Bunda Anne kali ini. Fashion show yang juga diselingi oleh tari-tarian khas Jawa ini menunjukkan keanggunan dan kecantikan dari suatu budaya yang direpresentasikan dalam sepotong pakaian yang didominasi dengan gaun kebaya. Penggunaan kebaya berbagai tone warna ini kebanyakan menggunakan berbagai macam variasi kerah yang menunjukkan keahlian dari sang desainer yang mengaku tidak bisa membuat sketsa desain di atas kertas ini.
            Desainer asal Korea, Lie Sang Bong, membawa taman kupu-kupunya di pembukaan Jakarta Fashion Week 2013.  Pernyataan ini adalah suatu metafora untuk koleksinya yang bertaburan motif kupu-kupu dan asimetris ala Christian Dior. Penggunaan payung dan asesoris penutup wajah yang berbentuk kupu-kupu menambah semarak show Lie Sang Bong.
         Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mngejutkan saya ketika first face model membawakan salah satu pakaian. Saya hanya berdecak kagum sambil mengatakan, “Wow!” berkali-kali dalam hati dan mulut saya. Betapa tidak, batu-batu yang biasanya kita temukan di sekitar kolam di rumah bisa dibawakan dalam print sepotong baju. Penggunaan print tersebut juga seperti kolase dalam warna-warna monokrom khas batu-batu kolam. Koleksi ini sungguh menggambarkan betapa cerdasnya kedua desainer ini dalam menggunakan ukuran serta skala tiap cetakan dalam tiap potongan pakaian. Baik gaun, bolero sampai oversize cape pun disuguhkan dengan apik menutup pembukaan Jakarta Fashion Week 2013.
            Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese juga memamerkan koleksinya sekali lagi dengan Yayasan Jantung Indonesia yang tidak kalah memukau dengan koleksi di pembukaan JFW 2013 tersebut. Diawali dengan beberapa koleksi yang dibawakan oleh para sosialita, kemudian dilanjutkan dengan para model yang membawakan koleksi selanjutnya. Dua desainer ini tetap membawa unsur glamorous dan kemewahan di tiap potongan pakaian mereka.

DEDEN SISWANTO

GHEA PANGGABEAN

OSCAR LAWALATA

PRIYO OKTAVIANO

SAPTO DJOJOKARTIKO

ANNE AVANTIE

LIE SANG BONG

SEBASTIAN GUNAWAN & CRISTINA PANARESE

Semua gambar diambil dari image.net
TAMAT

No comments: