April 9, 2013

IFW 2013 - CONSENSUAL MODERNITY

Poppy Dharsono
     “Tema: Indonesia Modern Classic Archipelago. Terinspirasi "Redefining Heritage" yang berarti mengagungkan dengan mengangkat kembali budaya nusantara indonesia lewat fashion. Mengolah kain-kain tradisional nusantara menjadi busana siap pakai (ready to wear) dengan inspirasi kain adat seperti Tapis Lampung, Batik Solo, Tenun Endek Bali, Tenun Lombok dan Batik Pesisiran, yang dipadupadankan dengan bahan yang bersifat modern seperti sutra, taffeta silk, katun, rawsilk, lace dan chiffon. Busana yang dihasilkan mampu menonjolkan interprestasi budaya yang dapat dipakai oleh wanita modern dan bukan sekadar kostum tradisional.” (Indonesia Fashion Week)
        Keanggunan adalah salah satu kata yang dapat meringkas pandangan mata akan koleksi Poppy Dharsono. Busana siap pakai yang dipamerkan dirancang dengan memperhatikan proporsi motif. Kain-kain tersebut disulap menjadi busana wanita tetapi tetap dibiarkan memamerkan keindahan motifnya (menurut saya sayang juga jika dipotong karena kain tersebut sangat indah). Koleksi yang menawan.


Samuel Cirnansck
       Parade yang mengagungkan kemewahan dan keanggunan tidak berhenti pada koleksi Poppy Dharsono saja tetapi juga Samuel Cirnansck. Koleksi gaun-gaun malam bertaburan detil payet kristal dan penggunaan material brokat, tulle, dan satin pun membuat napas para audiens terhenti sejenak. Cutting pada area dada juga sangat cantik terutama yang memanjang hampir sampai ke samping pinggang. Penggunaan asesoris seperti kalung besi dan glamorous shoulder pad menambah kesan goddess dress dalam pertunjukkan yang bertajuk “Egypt” tersebut.


(Koleksi Sebastian Gunawan dalam Votum akan dipublish pada post berikutnya.)

No comments: