November 8, 2013

ERA SOEKAMTO - IPMI TREND SHOW 2014

Ketika Tiga Budaya Berbeda Menyatu dalam Mode


      Satu lagi desainer kenamaan Indonesia yang tidak putus-putusnya menyoroti elegansi wanita Indonesia. Adalah Era Soekamto, desainer yang membuat kebaya tidak selalu berpenampilan kuno. Malahan di tangan dinginnya, kebaya bisa berpadu dan selaras dengan unsur budaya lain.
      1421 adalah sebuah buku yang ditulis oleh Gavin Menzies yang menceritakan bahwa armada Cina ternyata telah berhasil menjelajahi dunia terlebih dulu dibanding Amerika. Nusantara (Majapahit) adalah belahan dunia yang tidak luput dari penjelajahan tersebut. Konon, hubungan Majapahit -yang saat itu dikenal sebagai lokasi persinggahan, pengisian logistik, dan pertukaran budaya- dan Cina cukup dekat. Pertukaran budaya yang terjadi antara CIna dan Majapahit pun terbawa soleh CIna saat pergi melanglang buana ke Eropa yang secara tidak langsung mengantar kelahiran aliran Renaissance di benua tersebut.
       Inspirasi perkawinan budaya Majapahit (Jawa), Cina, dan Renaissance itulah yang tertuang dalam koleksi terbaru Era Soekamto dalam tema “1421”. Garis busana Jawa yang melahirkan busana seperti kebaya kutubaru, kebaya kartini, dan kebaya panjang  dipadukan dengan detil busana tradisional Cina. Sedangkan unsur Renaissance berperan pada ragam hias dekoratif atau stilasi berbagai tumbuhan dan tanaman yang melengkung dan melingkar yang konon dipengaruhi budaya Timur pada saat itu.
       Struktur yang digunakan dalam koleksi ini adalah pecah pola, draping, dan moulage. Warna yang digunakan tidak berasal dari tiga budaya tersebut. Koleksi ini juga didukung dengan aneka kain batik dari koleksi Iwan Tirta Private Collection. Penggunaan asesori logam dengan nuansa emas dan perak using/berkarat rancangan Rinaldy A.Yunardi menambah kesan artistik koleksi Era. Selain itu, keseluruhan koleksi didukung oleh Marista Santividya (sepatu), New Young Boys dan Tasya (music score untuk peragaan), serta Subadi (multimedia).
      Koleksi "1421" ini cukup menarik. Siapa yang menyangka, inspirasi yang terkesan berat ini bisa divisualisasikan dengan busana yang ringan dan elegan tetapi tetap kental akan unsur tradisional, khususnya Jawa. Beberapa dari koleksi Era yang menggunakan batik sebagai bawahan, saya rasa berhasil membawa kebaya dalam unsur modern, muda dan chic.


3 comments:

Herdiana Surachman said...

Indonesia ini sebenernya bagus2, cuman kadang terlalu maksimalis, segala ditempel.. tapi yang batik bagus banget sih

FOLLOW ME : INSTAGRAM | BLOGLOVIN | PINTEREST | FACEBOOK | TWITTER

Cassandra Too said...

The dresses are beautiful! SO elegant.


Google + / Twitter / Bloglovin / Check out BASI


Cassandra | Backtofive
http://backtofive.blogspot.com

Marsela Christie said...

Bener bgt :)) @Herdiana