October 31, 2013

JFW 2014 - ALBERT YANUAR (BAGIAN 1)

Romansa dalam Busana Karya Albert Yanuar

      Sepertinya episode “Le Vie Des Roses”karya Albert Yanuar di Esmod Jakarta Fashion Festival beberapa bulan lalu belumlah selesai. Aplikasi tiga dimensi mawar merah memang sudah tidak ada lagi tetapi motif yang menyerupai brokat masih turut mewarnai koleksi Albert di Jakarta Fashion Week 2014. Dengan tema “Morfogene”, desainer lulusan ESMOD Jakarta ini mengusung motif cantik nan rumit tersebut dari teknik laser cut. Motif-motif artistik itu berperan sebagai benang merah bersama dengan material berkilau dan flowy dalam pertunjukkan Indonesia Fashion Forward.
      Elegan, berkelas, dan penuh romansa, mungkin adalah kata-kata yang tepat untuk menceritakan keseluruhan koleksi “Morfogene”. Penataan rambut yang sederhana dan sleek menonjolkan keistimewaan busana-busana dengan potongan yang relatif sederhana tersebut. Cocktail dress dengan rok peplum dan bervolum serta long gown yang memeluk tubuh sukses membuat saya terbawa suasana.  Apalagi di awal pertunjukkan, terdapat kejutan yang memang merupakan ciri khas Albert Yanuar: transformasi busana. Dua model menyobek ujung atas cocktail dress mereka dan busana tersebut berubah menjadi long gown yang membuat audiens terpana. Palet warna yang digunakan di sebagian besar busana adalah gradasi biru, warna yang menyimbolkan tidak hanya ketenangan tetapi juga kekuatan koleksi itu.
     Pertunjukkan ditutup dengan kehadiran gaun panjang putih see-through penuh detail yang mengagumkan. Tentu saja, gaun itu membuat si pemakai terlihat layaknya dewi kahyangan yang amat anggun. Super simple, super complicated (in a good way), uber elegant... Superb collection!!

salah satu gaun yang bertransformasi

(bersambung...)

October 30, 2013

KANAYA TABITHA - IPMI TREND SHOW 2014

Easy Classy Colorful ala Kanaya Tabitha

      Jika Anda ingin kesan elegan dan berkelas pada tingkatan lain, lupakan dress dengan detail dan warna minimalis. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menengok pada serangkaian koleksi Kanaya Tabitha yang bertajuk “Enamored”.
    Terinspirasi akan keindahan alam Santorini, Yunani, yang mencerminkan cinta, warna, dan kebebasan, Kanaya menumpahkan kreasi ceria pada koleksi warna-warninya. Motif grafis yang juga colorful turut menghiasi busana spring-summer-nya yang menggunakan pola cutting  yang unik. Namun, dibalik kesan ceria tersebut, kesan glamor juga menampakkan dirinya, misalnya dengan menggunakan aksen manik-manik pada beberapa busana. Sederetan koleksi Kanaya dilengkapi dengan perhiasan dari lininya sendiri, KATHA pearl Lovers, yang sudah dipasarkan di beberapa negara dan menggunakan mutiara asli Indonesia.
      Mengenakan gaun-gaun Kanaya Tabitha ke pesta dengan tatanan rambut sederhana dan sleek, minim asesoris, tas tangan berukuran tidak terlalu besar, dan sepatu hak tinggi dengan warna pastel maka anda akan mendapat the glamour it moment.

October 28, 2013

DENNY WIRAWAN - IPMI TREND SHOW 2014

Inspirasi Pemandangan Laut Sumba Timur di Tangan Denny Wirawan

      Rasanya tidak mengagetkan jika di tiap pertunjukkan mode Denny Wirawan selalu menghadirkan cita rasa seni yang khas. Benang merah etnik nan elegan yang kental dan penampilan keseluruhan head to toe para model yang ditata dengan sangat baik adalah elemen-elemen yang tidak pernah luput dari pertunjukkan Denny Wirawan. Penggunaan headpiece dan asesoris unik selalu menjadi teman koleksi busana-busana cantik salah satu desainer IPMI tersebut.
      Begitu juga pertunjukkan “La Mer et du Soleil” di Gandaria City yang diadakan beberapa pekan lalu. Busana-busana terbaru di bawah naungan label Balijava yang dipamerkan terinspirasi dari keindahan pemandangan alam laut di Sumba Timur. Melihat pertunjukkan tersebut seperti menyusuri lautan, menatap dari bersihnya pasir putih, birunya lautan serta indahnya sinar matahari yang terbenam. Inspirasi tersebut divisualisasikan dengan warna-warna dalam koleksi busana Denny Wirawan.


      Melihat lebih dekat ke dalam busana, unsur tradisional yang dipilih kali ini adalah tenun ikat Sumba yang indah. Unsur dekoratif lainnya seperti motif tenun yang geometris juga tampil dalam bentuk block print pada beberapa busana. Selain itu, bordir dengan motif tenun Sumba dan penataan beads yang sederhana juga menjadi detail yang mengagumkan. Dengan gaya desainnya yang khas, vest, jaket, coat dipadupadankan dengan rok pensil, celana berpipa lurus, dan celana jodhpur. Oversized collar yang menjadi salah satu ciri khasnya juga berada dalam barisan desain “La Mer et du Soleil” ini. Dengan warna-warna yang berani, kesan kuat tetapi tetap elegan dan glamor sangat terpancar.


     Saat masih terhanyut dalam keindahan pakaian siap pakai yang dipertunjukkan, audiens kembali dihipnotis dengan keseluruhan tampilan dalam pertunjukkan. Asesoris berupa tas tangan yang unik dari Covet dan headpiece yang luar biasa mindblowing karya Oscar Daniel menambah kesan dramatis yang selalu ada dalam pertunjukkan desainer Denny Wirawan. 


LILIANA LIM - IPMI TREND SHOW 2014

Heaven Breaks

      Lautan yang indah memang sarat akan hadirnya kedamaian dan inspirasi bagi banyak orang, tak terkecuali bagi salah satu desainer Ikatan Perancang Mode Indonesia, Liliana Lim. Pada pagelaran mode IPMI Trend Show 2014, ia menghadirkan sederetan busana dengan warna-warna coral berdasarkan intepretasinya terhadap lautan. Siapa sangka, lautan bisa dijadikan ide untuk menciptakan busana cocktail dress yang glamor dan mewah ala Liliana Lim. Bahan chiffon, lace, dan jersey dengan nuansa warna emas, perak, dan perunggu menjadi material utama tiap potong busana feminim bertema “Heaven Breaks” itu.
      Diawali dengan kehadiran silver mini dress berbahan jersey, pertunjukkan busana terus dilanjutkan oleh busana-busana dengan teknik drapery dan plitz yang terkesan simple tetapi dipenuhi detail gemerlapan. Gaun panjang penuh beads warna keemasan yang dibawakan Paula Verhoeven menjadi busana terakhir malam itu. Gaun pamungkas tersebut berkilau dengan indah, sama indahnya dengan kemilau laut di kala sore yang tenang.

October 21, 2013

MEL AHYAR - IPMI TREND SHOW 2014

Transformasi Cerita Wayang Golek dalam Busana Modern Mel Ahyar
           
      Pertunjukkan wayang golek bagi pemahaman sebagian masyarakat awam masih terbatas dengan sebuah pertunjukkan boneka dengan latar belakang panggung mini nan tradisional. Namun tidak demikian dengan pertunjukkan yang dibawakan oleh desainer lulusan ESMOD Paris, Mel Ahyar. Berkat tangan kreatifnya, cerita wayang golek dapat dinikmati dengan cara lain. Wayang golek ditampilkan dengan motif cetak di atas kain, bordir, dan sulam khas busana Mel Ahyar. Inspirasi tersebut dikemas secara unik dan kawaii ala manga Jepang berkat kerja sama Mel Ahyar dan ilustrator Yona Yu.
      Sebagai dalang dalam pertunjukkan yang berjudul “Les Marionnettes” pada IPMI Trend Show 2014, Mel Ahyar membawakan sepenggal cerita dari tokoh-tokoh dalam kesenian khas Jawa Barat tersebut. Nama-nama seperti Punakawan, Semar, Cepot, Gareng, Petruk sebagai simbol masyarakat, kemudian tokoh antagonis, Buto, serta pahlawan pandawa lima, yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa menjadi lakon kisahnya.


       Diceritakan dalam sekuens pertama, tokoh-tokoh yang disimbolkan sebagai masyarakat hidup tenang sampai dengan bertemu dengan Buto. Kisah ini divisualisasikan dengan busana bersiluet sederhana dengan motif cetak yang menonjol. Sekuens ke dua memiliki konflik dan drama yang lebih intens. Cerita pertempuran antara Buto dengan Pandawa Lima, yang pada akhirnya dimenangkan oleh Pandawa Lima, diwujudkan dalam busana dengan detil dan potongan yang lebih rumit dan kompleks.



      Pertunjukkan Les Marionettes merupakan pertunjukkan yang menarik. Mulai dari dekorasi panggung yang cukup teatrikal, pose para model bak boneka di ujung panggung, sampai koleksi busana indah yang menyimpan cerita di dalamnya membuat show ini berbeda dari fashion show biasanya. Meskipun menggunakan unsur tradisional, koleksi busana Mel Ahyar tidak melulu terasa etnik malah berkesan glamor, modern dan chic. Melalui karya tersebut, pertunjukkan wayang golek dapat berbicara dalam bahasa lain, yaitu bahasa yang tentunya membuat siapa pun sadar bahwa kesenian tradisional dapat bertransformasi menjadi sebuah karya seni yang luar biasa.